Jumat, 13 Agustus 2010

Review NegeriAds.Com



Dear teman-teman semua,..


Pada posting kali ini, saya ingin menyampaikan sebuah kabar gembira untuk Anda semua. Kabar gembiranya adalah: telah diluncurkan sebuah jaringan PPC baru, bernamaNegeriAds.Com.
PPC Ads Network lagi? Betul sekali. Tapi tentu, jaringan baru ini tidak akan seperti yang lainnya. Jaringan PPC ini akan lebih user friendly, responsif dan tentunya juga lebih membawa untung untuk semua pihak.
Bagi Anda yang tertarik untuk menjadi advertiser, untuk menyebarkan iklan tentang produk-produk Anda, atau produk-produk yang Anda affiliasikan, bisa mulai mencoba untuk mengiklankannya di jaringan NegeriAds.Com.
Cost per Click (CPC) sangat murah, hanya mulai Rp 400 / klik / iklan. Dan dengan dilindungi oleh sistem Anti Fraud (1 klik / IP / hari), Anda bisa lebih tenang dan yakin bahwa setiap sen uang yang Anda keluarkan tidak sia-sia.
Bagi para affiliate dan reseller, Anda bisa menjadikan jaringan NegeriAds.Com pilihan alternatif (atau bahkan pilihan utama) untuk beriklan. Bagi para product owner, Anda pun bisa melakukan hal serupa plus merekomendasikan jaringan baru ini kepada para affiliate dan reseller Anda (karena persaingan di jaringan PPC lain sudah ketat).
Untuk mereka yang ingin menjadikan blog / website yang sudah dimiliki sebagai sebuahmesin uang, segeralah bergabung menjadi publisher NegeriAds.Com, dan mulai jaring komisi dari klak-klik pengunjung pada blog / website Anda. Pendaftaran publisher 100% GRATIS.
NegeriAds.Com memberikan sharing profit yang adil, 50%-50% antara network owner dan para publisher. Untuk jenis dan ukuran iklan, disediakan berbagai ukuran iklan berbasis text dan gambar dengan standard tampilan yang sesuai dengan ukuran IAB.
Minimum payout hanya Rp 50.000 dan dibayar dalam waktu 7-14 hari setelah request komisi dilakukan. Ini jauh lebih baik daripada banyak jaringan PPC lainnya yang baru melakukan pembayaran setelah 30 atau bahkan 40 hari setelah payout diminta... mana mau nunggu lama-lama.
Pada akhirnya, saya rasa NegeriAds adalah tempat yang tepat bila Anda ingin menjadi seorang Advertoser atau Publisher untuk market Indonesia.
Untuk Anda yang ingin tahu lebih banyak tentang NegeriAds.Com dan ingin mendaftar (sebagai Advertiser atupun Publisher), silakan segera datang ke:
Selamat mencoba menjadi publisher NegeriAds.
Salam sukses untuk Anda!

Sabtu, 31 Juli 2010

Ayah

Ini adalah sepenggal kisah tentang ayahku, yang sampai saat ini menjadi salah satu inspirasi dan motivasiku dalam menjalankan kehidupan dan untuk meraih impianku.

Beliau terlahir di sebuah desa kecil dan dilahirkan dari seorang petani penggarap. Setiap hari ayah kecil selalu harus berkonsentrasi dan membagi waktu untuk sekolah dan membantu ayahnya di sawah.

Ayahku hidup dalam keluarga besar yang semasa kecilnya hidup dalam kesulitan, tetapi ayah selalu tegar dalam menjalani kehidupannya sesulit apapun kondisi yang dialaminya saat itu.

Setelah lulus sekolah SMP saat usia belum genap 16 tahun beliau memberanikan diri merantau ke Jakarta dengan harapan dapat mengubah nasib hidupnya agar tidak terus menikmati kesulitan, dengan berbekal alamat kakaknya yang sudah lebih dulu bekerja di Jakarta sebagai seorang Polisi.

Dengan sedikit uang yang beliau kumpulkan dan dengan sejuta harapan, ayahku pergi meninggalkan kampung halaman menuju Jakarta dengan menggunakan kereta api ekonomi. Selama perjalanan beliau selalu terbayang dengan kehidupan orangtua dan saudaranya yang masih berada di kampung dan harapannya dapat meraih sukses di ibu kota, sampai akhirnya beliau terlelap tidur selama di perjalanan.

Delapan jam perjalanan Purwekerto ~ Jakarta akhirnya membangunkan ayahku dari tidurnya saat kereta api tiba di stasiun Senen. betapa bahagianya beliau saat tiba dan melihat Ibu Kota tetapi betapa terkejutnya beliau saat mengetahui bahwa seluruh bekal dan bawaanya untuk hidup di Jakarta telah raib (hilang) entah di mana, berusaha keras ayahku sibuk mencari-cari tas dan bawaannya yang hilang tetapi makin lama beliau mencari hanya ditemukan seluruh gerbong kereta api yang sepi karena seluruh penumpang telah bergegas pergi.

Rasa sedih, putus asa, kecewa dan bayangan orang tua menerawang pilu dalam pikirannya, akhirnya dengan sisa tenaga dan semangatnya beliau keluar dari stasiun Senen menuju Grogol (kediaman Kakanya) dengan berjalan kaki.

Beberapa jam berjalan kaki akhirnya beliau sampai di rumah kakaknya. Kedatangannya tidaklah disambut suka cita melainkan disambut dengan ocehan dan nasehat karena kecerobohan ayahku yang datang tanpa membawa bekal untuk hidup.

Hari berganti hari, minggu berganti minggu akhirnya ayahku berhasil memperoleh pekerjaan sebagai teknisi lepas di Stasiun Senen yang telah membawa kenangan pahit dalam hidupnya dan dengan upah yang sangat rendah tetapi bagi beliau cukup untuk menyambung hidup dan sekedar untuk makan.

Setelah beberapa bulan bekerja sebagai seorang teknisi, menyadarkan ayahku bahwa pekerjaan itu bukanlah akhir untuk menjalani hidupnya, tanpa sengaja ayahku menemukan selembar koran bekas yang di dalamnya terdapat info penerimaan tenaga militer TNI. Pada saat itu di dalam benaknya sudah terlintas sepercik harapan untuk dapat memperbaiki kehidupannya, dengan restu Kakaknya akhirnya ayahku diperkenankan untuk mendaftar sebagai prajurit TNI.

Dengan sedikit susah payah karena beliau belum cukup umur untuk melamar sebagai prajurit TNI dan sedikit pemalsuan identitas diri, Alhamdulillah..., akhirnya ayahku diterima sebagai seorang Bintara TNI dengan pangkat Sersan Dua.

Kehidupannya berangsur-angsur membaik, harapan dan Do'anya seolah telah didengar olehNYa sampai akhirnya ayahku mempersunting Ibuku, teman satu desa yang sangat cantik (terlihat dari photonya) dan beliau kini telah memiliki rumah kecil dan sederhana di Jakarta.

Kehidupan dan karier militer ayahku tidaklah begitu indah, bahkan saat usiaku 1 tahun ayahku harus memperjuangkan hidup keluarga dan nyawanya untuk bertempur di medan perang (Timor-Timur). Alhamdulillah dua tahun di Timor-timur ayahku pulang kembali ke Jakarta dengan selamat.

Lebih dari 25 tahun ayahku mengabdi sebagai Prajurit TNI, dan dengan semangat tanpa menyerah dengan bekal Ijazah SMP ayahku dapat mencapai puncak karier militer dengan pangkat Letnan Kolonel dan terakhir jabatanya adalah sebagai Kepala Gudang Pusat Munisi di wilayah timur Indonesia.

Kini ayahku telah pensiun, dengan segudang pengalaman, kekuatan, semangat dan motivasi di dalam hidupnya membuat aku selalu teringat dengan perjuangan hidup ayahku.
Kini beliau juga sudah tidak segagah dahulu, sudah tidak menempel kedua pangkat di pundaknya, tetapi semangat hidupnya masih menempel di dalam hatiku.

Beliau memang bukanlah Jendral, beliau memang bukanlah negarawan sukses yang akan dikenang orang, tapi buatku Ayahku adalah pahlawan dan motivasiku dalam menjalani hidup ini.

"Maafkan aku Ayah, jika diusia emasku aku belum mampu menjadi kebanggaanmu, tetapi aku selalu berupaya untuk mengobarkan semangat hidupmu". I love U Dad....

"Jangan putus asa cuma karena beberapa kegagalan. dalam hidup, anda cuma butuh satu keberhasilan". (Aristoteles)

Jumat, 30 Juli 2010

Proses Injeksi Plastik: Mold Clamp Unit Of Injection Molding Machine

Proses Injeksi Plastik: Mold Clamp Unit Of Injection Molding Machine

GO GREEN: 7 Kebiasaan Yang Membuat Kaya

GO GREEN: 7 Kebiasaan Yang Membuat Kaya

KENAPA HARUS BERBOHONG

Sebagai manusia pasti kita pernah "berbohong", dengan berbagai alasan. Alasan manusia berbohong sebenarnya karena mereka "tidak menerima kenyataan" yang akan dialami.

Dikarenakan tidak menerima kenyataan yang akan dialami maka manusia berdalih dengan merubah kata, cerita atau ungkapan sesuai yang ia harapkan atau sekedar meminta persetujuan dari orang yang sedang mendengar ceritanya.

Beberapa contoh kasus bahwa manusia berbohong karena alasan utamanya karena tidak menerima kenyataan yang akan dialami :
  • Selibriti papan atas Indonesia berbohong atas perbuatannya saat video mesumnya tersebar di dunia maya.
  • Suplier yang kerap berbohong saat di audit customernya.
  • karyawan yang kerap berbohong saat ia bolos kerja.
  • Perusahaan yang berbohong atas laporan keuangannya untuk mengurangi beban pajak.
  • Dan masih banyak lagi kisah kebohongan di dunia ini.
Ironinya siapapun orangnya dan apapun agamanya pasti sudah memahami bahwa kebohongan adalah suatu tindakan yang tidak diajarkan oleh guru, orang tua, atasan, bahkan oleh Tuhan sekalipun.

Tetapi mengapa kita tidak pernah lepas dari kebohongan itu sendiri, baik kebohongan dalam hati, ucapan bahkan tindakan, yang semata-mata hanya untuk kepentingan sesaat (dunia).

Karena kebohongan-kebohongan dalam kehidupan ini, mungkin banyak orang mulai jenuh akan kebohongan itu sendiri, tetapi dikarenakan keadaan dan reputasi seolah kehobongan merupakan senjata ampuh kita untuk menyelamatkan diri sendiri, orang lain, atasan, atau intitusi.

Lewat tulisan ini, saya mengajak siapapun yang membaca blog ini janganlah terlalu lama kita terjerumus dengan situasi atau lingkungan yang memaksa kita untuk berbohong karena apapun alasanya kebohongan yang kita ciptakan akan semakin menyulitkan diri kita sendiri.

Mulailah berusaha mencari atau ciptakan lingkungan yang dapat menyemangati dan membahagiakan diri kita sendiri, dengan demikian kita akan mampu menjalani kehidupan ini dengan keikhlasan dan kejujuran karena yang kita jalani sesuai dengan yang kita harapkan.

Dengan keikhlasan dan kejujuran sebenarnya kita akan menciptakan sendiri kebesaran hati kita hingga perbuatan kita dapat berguna bagi diri kita sendiri, keluarga, orang lain bahkan lingkungan.

"Kebahagiaan adalah ketika apa yang anda pikir, apa yang anda katakan, dan apa yang anda lakukan bisa selaras".
(Mahatma Gandhi).